Membuka pendaftaran untuk siswa baru 2027 - 2028 •
(021) 87756880 / 085761206168 •
attaufiq.cimanggis@gmail.com •
Akreditasi A •
Membuka pendaftaran untuk siswa baru 2027 - 2028 •
(021) 87756880 / 085761206168 •
attaufiq.cimanggis@gmail.com •
Akreditasi A •
Membuka pendaftaran untuk siswa baru 2027 - 2028 •
(021) 87756880 / 085761206168 •
attaufiq.cimanggis@gmail.com •
Akreditasi A •
Membuka pendaftaran untuk siswa baru 2027 - 2028 •
(021) 87756880 / 085761206168 •
attaufiq.cimanggis@gmail.com •
Akreditasi A •
Menjauhi Sifat Sombong dan Belajar dari Kisah Nabi Adam AS
Dipublikasikan: 2 Oktober 2026 Redaksi SMP IT At-Taufiq
Kultum Jumat SMP IT AT-TAUFIQ
Menjauhi Sifat Sombong dan Belajar dari Kisah Nabi Adam AS
Jumat, 02 Oktober 2026
SMP IT AT-TAUFIQ kembali melaksanakan kegiatan kultum Jumat yang diikuti oleh guru dan siswa. Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Ibu Damayanti, M.Pd. dengan mengangkat tema “Menjauhi Sifat Sombong”.
Dalam penyampaiannya, Ibu Damayanti mengajak seluruh guru dan siswa untuk mengambil pelajaran dari kisah Nabi Adam AS dan Iblis, khususnya mengenai bahaya sifat sombong dan merasa diri lebih tinggi daripada orang lain.
Beliau menceritakan bahwa Iblis sebelumnya berada di tempat yang mulia. Namun, ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dan memerintahkan para penghuni surga untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam AS, Iblis menolak. Kesombongan membuat Iblis merasa dirinya lebih tinggi dan lebih baik daripada Nabi Adam AS.
Dari kesombongan tersebut kemudian muncul kedengkian dan dendam kepada Nabi Adam AS. Iblis bahkan bertekad untuk menyesatkan keturunan Nabi Adam AS agar mengikuti jalannya.
Iblis kemudian menggoda Nabi Adam AS dan Hawa hingga memakan buah yang dilarang oleh Allah SWT. Akibatnya, Nabi Adam AS harus meninggalkan surga dan turun ke bumi.
Namun, terdapat pelajaran penting dari sikap Nabi Adam AS. Ketika menyadari kesalahannya, Nabi Adam AS tidak mempertahankan kesalahan atau menyalahkan pihak lain. Beliau menerima kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Kisah tersebut menjadi pengingat bagi kita bahwa kesalahan bukan alasan untuk menjadi sombong ataupun mempertahankan diri ketika kita telah melakukan kekeliruan. Sebaliknya, manusia harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Ibu Damayanti juga mengingatkan seluruh siswa agar tidak merasa sombong dengan keadaan yang dimiliki, baik karena kepandaian, prestasi, jabatan, harta, kemampuan, maupun kelebihan lainnya.
“Kita tidak perlu sombong dengan keadaan yang ada,” pesan beliau dalam kultumnya.
Pada akhirnya, ukuran seseorang yang hebat bukanlah seberapa sering ia mengatakan bahwa dirinya hebat. Orang yang benar-benar hebat justru adalah orang yang mampu memberikan manfaat dan membantu orang lain.
Kultum Jumat ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar SMP IT AT-TAUFIQ untuk terus membangun karakter rendah hati, mau mengakui kesalahan, tidak merendahkan orang lain, serta senantiasa berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Bagikan Informasi Ini
Bantu sebarkan berita atau pengumuman ini kepada rekan, keluarga, dan wali santri lainnya.